MAKALAH
PROSES
KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN NASIONALISME DI INDONESIA
![]() |
Disusun Oleh :
Ø M.
Alamsyah
Ø M. Kholil
Ø Abdul
Qohar
Ø Abdul
Rohim
Ø Rahmatullah
Ø Helmi
Muzakki
Kelas : XI-A
MA AL-AMIN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Awal abad
ke-20 dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai periode Kebangkitan Nasional.
Pertumbuhan kesadaran yang menjiwai proses itu menurut bentuk manifestasinya
telah melalui langkah-langkah yang wajar, yaitu mulai dari lahirnya ide
emansipasi dan liberal dari status serba terbelakang, baik yang berakar pada
tradisi maupun yang tercipta oleh situasi kolonial. Kemudian segera menyusul
ide kemajuan beserta cita-cita untuk meningkatkan taraf kehidupan bangsa
Indonesia. Ide-ide yang muncul tersebut akan melandasi pergerakan organisasi-organisasi
yang tumbuh dan berkembang pada masa itu. Bahkan masing-masing organisasi
memiliki dasar dan idiologi yang dapat memperkuat kedudukan maupun
perjuangannya.
Ideologi-ideologi
yang muncul dan berkembang pada masa pergerakan nasional Indonesia antara lain
Ideologi Liberalisme, Nasionalisme, Komunisme, Demokrasi, Pan Islamisme dan
lain-lain. Ideologi Liberalisme.
Ideologi liberalisme diperkenalkan di Indonesia oleh orang-orang Belanda yang
mendukung perjuangan bangsa Indonesia. Orang-orang Belanda tersebut melihat
banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan seperti dengan bertindak sangat jauh
di luar batas-batas perikemanusiaan. Tindakan-tindakan pemerintah kolonial
Belanda yang mereka kecam, seperti tindakan pemerasan, kekejaman atau
penyiksaan dan lain sebagainya. Masalah-masalah seperti ini mereka sampaikan
pada saat diselenggara-kan sidang parlemen di negeri Belanda. Mereka mengecam
dengan keras segala tindakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda
bersama kaki tangannya di wilayah Indonesia. Mereka mengusulkan agar pemerintah
kerajaan Belanda memerintahkan pelaksanaan paham liberalisme di Indonesia.
Diharapkan paham liberalisme dapat membawa masyarakat Indonesia kepada
perubahan yang lebih baik.
Paham
liberalisme merupakan suatu paham yang mengutamakan kemerdekaan individu atau
kebebasan kehidupan masyarakat. Sebab dalam alam kebebasan itu masyarakat dapat
berkembang dan berupaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Paham liberalisme
ini dikembangkan oleh organisasi-organisasi politik di Indonesia seperti
Indische Partij.
Ideologi Nasionalisme. Ideologi Nasionalisme kali pertama
diperkenalkan oleh organisasi politik yang muncul di wilayah Indonesia.
Ideologi Nasionalisme menjadi dasar perjuangan Partai Nasional Indonesia (PNI)
yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Nasionalisme sebagai suatu ideologi
menunjukkan suatu bangsa yang mempunyai kesamaan budaya, bahasa, dan wilayah.
Selain itu, juga kesamaan cita-cita dan tujuan. Dengan demikian kelompok
tersebut dapat merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok
bangsa itu. PNI
sebagai suatu partai yang berideologi nasionalis mempunyai tujuan untuk
memperjuangkan kehidupan bangsa Indonesia yang bebas. Bahkan cita-cita
politiknya yaitu mencapai Indonesia merdeka dan berdaulat, serta mengusir
penjajahan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Ideologi Komunis. Ideologi komunisme diperkenalkan
kali pertama oleh Sneevliet, seorang pegawai perkereta-apian yang berkebangsaan
Belanda. Ideologi komunisme ini diwujudkan dalam pembentukan organisasi yang
bemama Indische Social Democratis The Vereeniging (ISDV). Organisasi ISDV
sangat sulit mendapatkan dukungan dari rakyat karena rakyat kurang mempercayai
orang Belanda.
BAB II
PEMBAHASAN
PROSES KELAHIRAN DAN PERKEMBANGAN NASIONALISME
INDONESIA
A. Muncul
Dan Berkembangnya Pergerakan Nasional Indonesia
Sebab-sebab Muncul dan Berkembangnya
Pergerakan Nasional Indonesia. Sejak bangsa Eropa datang ke wilayah
Indonesia, bangsa Indonesia telah menyadari akibat-akibat yang muncul dari
kedatangannya itu. Semenjak kedatangan bangsa-bangsa Eropa tersebut, perlawanan
tidak pernah henti-hentinya dilakukan oleh bangsa Indonesia. Namun
periawanan-perlawanan itu selalu mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan setiap
perlawanan yang dilakukan terbatas hanya pada daerahnya, atau hanya ingin
membebaskan daerah-daerah dan penduduknya dari kekuasaan asing. Dengan keadaan
seperti ini, bangsa asing dapat lebih mudah untuk menguasainya.
Sejak akhir
abad ke-19 dan awal abad ke-20 telah muncul benih-benih nasionalisme pada
bangsa Indonesia. Munculnya gerakan nasionalisme itu tidak terlepas dari
pengaruh yang datang dari dalam maupun dari luar.
a)
Pengaruh
yang datang dari dalam (internal)
1.
Kenangan kejayaan masa lampau:
sebelum imperialisme bangsa Eropa (Barat) masuk ke wilayah Indonesia, banyak
terdapat kerajaan yang besar dan jaya, seperti Kerajaan Sriwijaya sebagai
kerajaan maritim yang menguasai jalur pelayaran dan perdagangan di Selat
Malaka. Kerajaan ini pernah menjadi pusat perdagangan dan bahkan pusat
penyebaran agama Budha di Asia Tenggara. Juga Kerajaan Majapahit di bawah
pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan dibantu oleh Patih Gajah Mada menjadi
kerajaan yang paling berkuasa di hampir seluruh wilayah Nusantara. Di samping
itu, Kerajaan Majapahit juga dikenal dengan kerajaan Nusantara, karena
wilayahnya mencakup pulau-pulau yang ada di wilayah Nusantara.
2.
Penderitaan dan kesengsaraan akibat
imperialisme: muncul dan berkembangnya imperialisme di dunia membawa perubahan
yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia.
Pelaksanaan imperialisme di wilayah ini menimbulkan kesengsaraan dan
penderitaan bagi bangsa pribumi, karena kaum penjajah hanya berusaha untuk
mengeruk keuntungan demi kejayaan bangsanya sendiri. Kesengsaraan dan
penderitaan inilah yang menjadi alasan atau pendorong munculnya
periawanan-perlawanan bangsa Indonesia.
3.
Munculnya golongan cendekiawan;
golongan cendekiawan muncul dimana-mana sebagai akibat dari perkembangan dan
peningkatan pendidikan. Akibat lanjut dari penyebaran kaum cendekiawan di dalam
masyarakat, timbullah berbagai gerakan yang menentang penjajah. Oleh karena
itu, kaum cendekiawan pribumi tampil di atas panggung politik dan menjadi
penggerak atau pimpinan pergerakan nasional bangsa Indonesia.
4.
Kemajuan dalam bidang politik,
sosial-ekonomi dan kebudayaan; muncul dan berkembangnya gerakan nasionalisme
Indonesia juga disebabkan oleh kemajuan-kemajuan di bidang politik, sosial,
ekonomi dan kebudayaan bangsa Indonesia. (1) Kemajuan di bidang politik;
kegiatan gerakan atau partai-partai nasionalis ingin menumbangkan dominasi
politik kaum imperialis dan kolonialis Belanda (Barat). Kekuasaan kaum pribumi
pada masa itu terkungkung oleh pengaruh politik kolonial Belanda yang ketat dan
kejam. Praktek-praktek penyalahgunaan kekuasaan dan pelecehan hak asasi manusia
sering mewarnai kehidupan politik pemerintahan kolonial, maka golongan
nasionalis tampil menyuarakan aspirasi masyarakat yang terjajah. (2) Kemajuan
di bidang sosial ekonomi; masalah itu terlihat dalam penghapusan eksploitasi
ekonomi asing. Penghapusan itu bertujuan untuk membentuk masyarakat yang bebas
dari kesengsaraan dan kemelaratan sesuai dengan cita-dta keadilan sosial.
Kesadaran meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia menjadi prioritas dan
cita-cita perjuangan kaum nasionalis. (3) Kemajuan di bidang budaya; kaum
nasionalis melihat kebudayaan asli hampir punah dan berada dalam keadaan
sekarat, sehingga perlu diberikan perlindungan dan rekonstruksi yang memadai.
Para pejuang nasionalis perlu memperhatikan dan menjaga kelestarian serta
menumbuhkembangkan kebudayaan asli atau memadukan kedua kebudayaan itu. Oleh
karena perkembangan kebudayaan asli yang tidak menggembirakan itu, maka para
pejuang nasionalis menjadikan sektor kebudayaan menjadi salah satu cita-cita
perjuangannya. Ketiga bidang tersebut merupakan kesatuan yang diperjuangkan
secara serentak, karena ketiganya memberikan ciri-ciri perjuangan nasionalis
bangsa Indonesia. Paham nasionalis pada mulanya berkembang secara lokal atau
daerah, namun kemudian menjadi kolektif dan meluas ke seluruh wilayah Indonesia
yang terjajah dan akhirnya menjadi paham nasionalis dari bangsa Indonesia.
b)
Pengaruh
yang datang dari luar negeri (ekstemal)
Pengaruh
dari luar negeri yang cukup besar perannya dalam memper-cepat pergerakan
politik di Indonesia di antaranya, kemenangan Jepang atas Rusia (1905),
Pergerakan Kebangsaan India, Pergerakan Nasional Filipina, Gerakan Nasionalis
China, Gerakan Nasionalis Turki, Gerakan Nasionalis Mesir.
1)
Kemenangan Jepang terhadap Rusia
(1905); Modernisasi Jepang telah membawa banyak perubahan terhadap perkembangan
negeri dan bangsa Jepang di dunia internasional pada masa itu. Jepang maju
dengan pesat dalam segala bidang. Bahkan kekuatan militer Jepang harus
diperhitung-kan oleh bangsa-bangsa Barat, termasuk Amerika Serikat pada masa
itu. Untuk membuktikan kekuatan militer Jepang, Korea menjadi sasaran
pertamanya. Kemenangan yang diperolehnya dalam perang Jepang melawan Korea,
menyebabkan pasukan Jepang melanjutkan ekspansinya ke Manchuria. Dalam
penyerangan Jepang terhadap Manchuria itulah pasukan Jepang berhadapan dengan
Rusia, dan ternyata berdampak sangat luas di wilayah Asia. Bangsa-bangsa di
Asia mulai bangkit menentang penjajahan Barat. Hal ini membuktikan bahwa di berbagai
daerah Asia muncul dan berkembang gerakan-gerkan yang bersifat nasional seperti
di China, Filipina, India, Turki, Indonesia bahkan sampai ke daratan Afrika
seperti Mesir dan sebagainya.
2)
Pergerakan Kebangsaan India; Di
dalam menghadapi penjajahan Inggris, kaum pergerakan rakyat India membentuk
organisasi kebangsaan yang dikenal dengan nama All India National Congres.
Tokoh-tokoh yang terkenal dalam organisasi itu seperti Mahatma Gandhi, Pandit
J. Nehru, B.C. Tilak, Moh. Ali Jinah, Iskandar Mirza, Liquat Ali Khan dan
sebagainya. Di antara para pemimpin India itu, yang lebih terkenal adalah
Mahatma Gandhi yang memiliki dasar perjuangan sebagai berikut. (a). Ahimwi
(dilarang membunuh), yaitu gerakan anti peperangan, (b). Hartnl yaitu
suatu gerakan rakyat India dalam bentuk aksi yang tidak berbuat apapun walaupun
mereka tetap masuk kantor ataupun pabrik dan sebagainya, (c). Satyagrnhn
yaitu suatu gerakan rakyat India untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah
kolonial Inggris, (d). Swacicsi yaitu gerakan rakyat India untuk memakai
barang-barang buatan negeri sendiri.
3)
Gerakan Kebangsaan Filipina; Gerakan
rakyat Filipina digerakkan dan dikobarkan oleh Dr. Jose Rizal dengan tujuan
untuk mengusir penjajah bangsa Spanyol dari wilayah Filipina. Dr. Jose Rizal
berhasil ditangkap dan pada tanggal 30 September 1896, ia dijatuhi hukuman
mati. Kemudian gerakannya dilanjutkan oleh Emilio Aquinaldo dan berhasil
memproklamasikan kemerdekaan Filipina tanggal 12 Juni 1898 namun kemerdekaan
yang berhasil diperolehnya itu tidak dapat bertahan lama, karena kemunculan
Amerika Serikat yang berhasil menghapuskan kemerdekaan itu. Filipina dikuasai
oleh Amerika Serikat dan baru diberi kemerdekaan oleh Amerika Serikat pada
tanggal 4 Juli 1946.
4)
Gerakan Nasionalis Rakyat China;
Gerakan ini dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen. la mengadakan pembaharuan di segala
sektor kehidupan bangsa China. Dasar perjuangan yang dikemukakan oleh Sun Yat
Sen adalah San Min Chu I yang terdiri dari (a). Republik China adalah suatu
negara nasional China, (b). Pemerintah China disusun atas dasar demokrasi atau
kedaulatan berada di tangan rakyat, (c). Pemerintah China mengutamakan
kesejahteraan sosial bagi rakyatnya.
5)
Pergerakan Turki Muda (1908);
Gerakan ini dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha. la menuntut adanya pembaharuan
dan moderrusasi di segala sektor kehidupan masyarakatnya.
6)
Pergerakan Nasionalisme Mesir;
Gerakan ini dipimpin oleh Arabi Pasha (1881-1882) dengan tujuan menentang
kekuasaan bangsa Eropa terutama Inggris atas negeri Mesir.
Dengan berkembangnya pergerakan
nasional di berbagai daerah di Asia maupun di Afrika berpengaruh sangat besar
terhadap perjuangan rakyat Indonesia di dalam menentang kekuasaan kolonial
Belanda. Gerakan-gerakan yang muncul di Indonesia ditandai dengan munculnya
organisasi-organisasi modern yang didirikan oleh kalangan terpelajar. Tujuan
akhir dari setiap organisasi pergerakan rakyat Indonesia adalah terlepas dari
kekuasaan penjajahan kolonial Belanda atau memerdekakan bangsa Indonesia.
Munculnya pergerakan rakyat Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi
Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908. Bahkan tahun ini dijadikan tonggak bersejarah
bangkitnya bangsa Indonesia untuk menentang kekuasaan kolonial Belanda.
B.
Strategi
Organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia
Pada masa
pergerakan nasional Indonesia ada dua hal yang patut dicatat sebagai momentum
sejarah yang paling mendasar. Pertama, munculnya gerakan Perhimpunan
Indonesia di negeri Belanda. Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi yang
paling vokal dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dengan cara melaksanakan
aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri. Perhimpunan Indonesia
merupakan suatu gerakan yang mampu membangkitkan tujuan dan cita-cita untuk
menentang imperialisme dan kolonialisme. Dengan segala tindakan politis yang
progresif maka gerakan Perhimpunan Indonesia boleh dikatakan sebagai
"manifesto politik" yang pertama dari semua gerakan nasional yang
pemah ada sejak tahun 1908 hingga tahun 1920-an. Manifesto poliriknya adalah
Indonesia Merdeka. Kedua, munculnya Sumpah Pemuda. Peristiwa itu
merupakan kristalisasi dari seluruh aspirasi dan cita-cita masyarakat Indonesia
waktu itu untuk bersatu memerdekakan diri dari penjajah. Landasan Sumpah Pemuda
termuat dalam Triloginya yakni satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia
dan satu bahasa Indonesia.
Dengan
keadaan seperti itu, maka sejak tahun 1908 mulai berdiri dan berkembang
organisasi-organisasi modern di Indonesia baik yang bersifat politik, ekonomi,
maupun sosial dan budaya.
1.
Budi Utomo (BU)
Pada abad
ke-20 tampil beberapa dokter sebagai penggerak bangsa di kawasan Asia seperti
Dr. Sun Yat Sen di Tiongkok, Dr. Jose Rizal di Filipina, serta di Indonesia
tampil dokter-dokter seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Sutomo, Dr. Cipto
Mangunkusumo dan Dr. Gunawan Mangunkusumo. Para dokter itu bangkit karena
dihadapkan pada penderitaan masyarakat baik dari segi ekonomi, fisik, maupun
kemanusiaan.
Dokter
Wahidin Sudirohusodo dengan giat menyebarkan cita-citanya agar di Pulau Jawa
dapat dibentuk suatu perkumpulan yang bertujuan me-majukan pendidikan serta
membiayai anak-anak yang tidak dapat bersekolah namun memiliki kepandaian.
Cita-citanya itu mendapat sambutan dari siswa Sekolah Dokter Jawa di Jakarta
seperti Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo dan lain sebagainya.
Akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908 Sutomo dan kawan-kawannya mendirikan suatu
perkumpulan yang di-berinama Budi Utomo di Jakarta. Kongres pertama
diselenggarakan pada bulan Oktober 1908 dan berhasil memilih Adipati
Tirtokusumo (seorang bupati) sebagai ketuanya dan Dr. Wahidin Sudirohusodo
sebagai wakil ketuanya. Untuk mendorong semangat para anggotanya, Budi Utomo
mencanang-kan pedoman yaitu pemuda menjadi motornya dan orangtua menjadi
sopirnya, supaya kapal tidak terdampar di laut karang dan selamat sampai di
pelabuhan. Di samping itu, kongres menghasilkan suatu keputusan tentang tujuan
dari pergerakannya, yaitu untuk menjamin dan mempertahankan kehidupan sebagai
bangsa yang terhormat. Perkumpulan ini bergerak dalam bidang sosial,
pendidikan, pengajaran, dan budaya.
Keanggotaan
perkumpulan Budi Utomo semula terbatas hanya pada daerah Jawa dan Madura,
kemudian ditambahkan dengan Bali, karena dianggap mempunyai kebudayaan yang
sama. Jika dilihat dari keanggotaan-nya, perkumpulan ini bersifat kedaerahan (lokal).
Walaupun demikian, perkumpulan itu juga sudah dapat dikatakan bersifat
nasional. Hal ini terbukti ketika didirikannya perkumpulan partai-partai
politik seperti Permufakatan Pemimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI),
Budi Utomo ikut serta di dalamnya. Gerakan nasional Budi Utomo semakin
bertambah jelas yaitu dengan diubahnya nama Budi Utomo menjadi Budi Utama
(huruf a) dan juga terlihat dengan jelas tujuannya yaitu sejak tahun 1928 ikut
serta melaksanakan cita-cita persatuan Indonesia. Selanjutnya Budi Utomo
mengadakan integrasi derigan organisasi seasas dan sehaluan. Atas pertimbangan
itulah kemudian Budi Utomo lebur menjadi satu dengan PBI (Persatuan Bangsa
Indonesia) menjadi Parindra (Partai Indonesia Raya).
2.
Perhimpunan Indonesia (PI)
Gerakan pemuda pelajar yang ada di luar negeri (Belanda) sangat besar
pengaruhnya terhadap gerakan politik dan pemuda di tanah air Indonesia. Pada
tahun 1908, para pemuda Indonesia di negeri Belanda mendirikan perkumpulan
dengan nama Indische Vereeniging. Perkumpulan ini bersifat sosial dengan tujuan
awal adalah untuk mensejahterakan para anggotanya yang berada di negeri
Belanda. Kedatangan Suwardi Suryaningrat dan kawan-kawannya ke negeri Belanda
membawa pengaruh besar terhadap perkem-bangan perkumpulan ini. Terlebih lagi
dengan berkecamuknya Perang Dunia I dan gema dari semboyan Woodrow Wilson
(Presiden Amerika Serikat) yang menyatakan bahwa harus diakui adanya the
right of set/determinations (menentukan nasib sendiri), Semboyan itu justru
memberikan dorongan kepada anggota Indische Vereeniging untuk terus berjuang.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ideologi-ideologi
yang muncul dan berkembang pada masa pergerakan nasional Indonesia antara lain
Ideologi Liberalisme, Nasionalisme, Komunisme, Demokrasi, Pan Islamisme dan lain-lain.
Ideologi Liberalisme. Ideologi
liberalisme diperkenalkan di Indonesia oleh orang-orang Belanda yang mendukung
perjuangan bangsa Indonesia. Orang-orang Belanda tersebut melihat banyak
terjadi penyimpangan-penyimpangan seperti dengan bertindak sangat jauh di luar
batas-batas perikemanusiaan. Tindakan-tindakan pemerintah kolonial Belanda yang
mereka kecam, seperti tindakan pemerasan, kekejaman atau penyiksaan dan lain
sebagainya. Masalah-masalah seperti ini mereka sampaikan pada saat
diselenggara-kan sidang parlemen di negeri Belanda.
B. Saran
Mereka
mengecam dengan keras segala tindakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial
Belanda bersama kaki tangannya di wilayah Indonesia. Mereka mengusulkan agar
pemerintah kerajaan Belanda memerintahkan pelaksanaan paham liberalisme di
Indonesia. Diharapkan paham liberalisme dapat membawa masyarakat Indonesia
kepada perubahan yang lebih baik.
0 komentar:
Posting Komentar
silahkan berkomentar yang baik yah ?